Dampak husband stitch untuk kesehatan wanita

By | 17 June 2024

Praktik “husband stitch” atau penjahitan tambahan pada luka perineum setelah melahirkan memiliki dampak yang potensial bagi kesehatan wanita yang penting untuk dipahami. Meskipun praktik ini kontroversial dan tidak direkomendasikan secara medis, beberapa dampak yang mungkin timbul termasuk:

1. Risiko Infeksi dan Komplikasi

Penambahan jahitan tambahan pada luka perineum meningkatkan risiko infeksi. Infeksi pada area perineum setelah melahirkan dapat menyebabkan rasa sakit, pembengkakan, dan dalam kasus yang lebih serius, dapat memerlukan perawatan medis tambahan seperti pemberian antibiotik. Infeksi yang tidak diobati dapat memperlambat proses penyembuhan dan meningkatkan ketidaknyamanan bagi wanita yang baru melahirkan.

2. Gangguan Penyembuhan

Prosedur “husband stitch” juga dapat mengganggu proses penyembuhan alami luka perineum. Jahitan tambahan ini dapat menyebabkan ketegangan berlebih pada jaringan, yang menghambat penyembuhan dan menyebabkan nyeri yang lebih intens. Gangguan dalam proses penyembuhan luka perineum dapat mengganggu aktivitas sehari-hari wanita yang baru melahirkan dan bahkan memerlukan perawatan tambahan.

3. Risiko Ketidaknyamanan Seksual

Meskipun tujuannya diyakini untuk meningkatkan kepuasan seksual pasangan suami, penelitian medis tidak mendukung klaim ini. Sebaliknya, penjahitan tambahan dapat menyebabkan ketidaknyamanan atau bahkan nyeri selama hubungan seksual. Hal ini dapat mempengaruhi kualitas hidup seksual wanita yang baru melahirkan dan mengganggu proses penyembuhan emosional dan fisik pasca-melahirkan.

4. Dampak Psikologis

Praktik “husband stitch” juga dapat memiliki dampak psikologis yang signifikan. Wanita yang telah menjalani prosedur ini mungkin mengalami stres, kecemasan, atau rasa bersalah jika mereka merasa bahwa prosedur ini tidak sesuai dengan keinginan mereka atau tidak didiskusikan secara terbuka dan jujur dengan dokter atau bidan mereka. Dampak psikologis ini dapat mempengaruhi kesejahteraan mental mereka selama masa pemulihan paska melahirkan.

5. Keterbatasan Gerakan Normal

Jahitan tambahan pada luka perineum juga dapat membatasi gerakan normal dan aktivitas sehari-hari wanita yang baru melahirkan. Hal ini dapat menyulitkan mereka untuk melakukan perawatan diri, merawat bayi, atau kembali ke rutinitas mereka dengan nyaman. Pembatasan ini juga dapat berdampak pada perasaan independensi dan kepercayaan diri wanita dalam menghadapi masa transisi menjadi seorang ibu.

Rekomendasi Medis dan Etika

Secara medis, praktik “husband stitch” tidak disarankan oleh organisasi kesehatan seperti American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) dan British Royal College of Obstetricians and Gynaecologists (RCOG). Mereka menekankan pentingnya memberikan informasi yang akurat, berdasarkan bukti, dan terbuka kepada pasien mengenai prosedur perawatan paska melahirkan yang aman dan sesuai. Komunikasi yang baik antara pasien dan dokter atau bidan juga krusial untuk memastikan bahwa pilihan perawatan medis didasarkan pada kebutuhan individu dan kesejahteraan mereka.